Mengapa Sriwijaya Menjadi Kerajaan Maritim Yang Kuat Di Asia Tenggara

9 views

BONCEL.XYZ - Mengapa Sriwijaya Menjadi Kerajaan Maritim Yang Kuat Di Asia Tenggara:

Mengapa Sriwijaya Menjadi Kerajaan Maritim Yang Kuat Di Asia Tenggara – Kerajaan Sriwijaya merupakan salah satu kerajaan terbesar di kepulauan ini, bersama dengan Kerajaan Majapahit. Keduanya mewakili kekuatan masa lalu Indonesia, meski dengan penekanan berbeda. Majapahit adalah kerajaan agraris, sedangkan Sriwijaya adalah kerajaan maritim. Dalam konteks politik, Majapahit mewakili kekuatan darat sedangkan Sriwijaya mewakili kekuatan laut. Sriwijaya awalnya dianggap sebagai legenda oleh para pedagang dan pengelana, namun kemudian diketahui menjadi sebuah kerajaan besar melalui penemuan reruntuhan.

Kerajaan Sriwijaya berpusat di Palembang, meski secara geografis berada di pedalaman, puluhan kilometer dari pantai timur Sumatera. Sungai Musi berperan penting sebagai penghubung dengan dunia luar dan daerah terpencil. Pada masa kejayaannya, Sriwijaya menguasai sebagian besar Asia Tenggara bagian barat. Kekuatan militer mereka, di darat dan di laut, sangat penting untuk melindungi jalur perdagangan dan menjamin keselamatan pedagang asing yang melewati wilayah mereka.

Mengapa Sriwijaya Menjadi Kerajaan Maritim Yang Kuat Di Asia Tenggara

Mengapa Sriwijaya Menjadi Kerajaan Maritim Yang Kuat Di Asia Tenggara

George Koidis merupakan seorang ulama yang banyak berjasa dalam mempopulerkan nama Sriwijaya sebagai kerajaan maritim yang dulunya ada di Palembang. Tulisannya yang terkenal “Le Royaune de Crivijaya” membantu mengungkap sejarah kerajaan ini. Sebelumnya, Prof. Kern juga melakukan penelitian yang berkaitan dengan Sriwijaya, namun fokusnya lebih pada raja dibandingkan kerajaan itu sendiri. Melalui karyanya, Koidis berhasil membantah mitos seputar nama Sriwijaya selama berabad-abad. Ia menyimpulkan bahwa Sriwijaya adalah sebuah kerajaan yang berpusat di sebelah tenggara Pulau Sumatera, khususnya pada Zaman Keemasan antara tahun ketujuh dan kesepuluh Masehi.

Kerajaan Maritim Nusantara

Sebagai kerajaan maritim yang besar, Kerajaan Sriwijaya mempunyai banyak aset penting. Lokasinya yang strategis di Selat Malaka, jalur pelayaran utama antara Tiongkok dan India, memungkinkannya menjadi pusat transit komersial bagi pedagang dari kedua negara. Palembang sebagai pusat kerajaan menerima barang-barang dari daerah sekitarnya yang dijual di kota tersebut. Di antara barang yang dijual adalah lada, yang dijual oleh pedagang India dengan label “lada India”.

Selain Palembang, Sriwijaya mempunyai wilayah taklukan lain yang juga menjadi pusat perdagangan, seperti Paros yang menghasilkan kapur barus yang dicari para pedagang India dan Arab sebagai obat dan parfum. Pemukiman Arab pertama di Indonesia diyakini berada di dekat lokasi produksi kapur barus. Kerajaan Sriwijaya diyakini menguasai sebagian besar wilayah barat nusantara pada abad ke-7 dan ke-8 Masehi, termasuk banyak wilayah yang dianeksasi di bawah kekuasaannya. Dari sumber Tiongkok, setidaknya diketahui Sriwijaya menguasai 14 wilayah, sedangkan sumber India menyebutkan 13 wilayah dikuasai Sriwijaya.

Lihat Juga:  Fungsi Pemilu

Sriwijaya juga berhasil menguasai perdagangan karena keberhasilannya menguasai perairan Selat Malaka yang merupakan jalur perdagangan penting yang sering dikunjungi para pedagang dari berbagai daerah. Ia juga menaklukkan Sriwijaya dan memerintah kerajaan-kerajaan tetangganya dan menjadikan mereka pelindung. Kerajaan Sriwijaya sangat bergantung pada perdagangan, dan kota-kota lain di sepanjang jalur pelayaran juga berfungsi sebagai pusat perdagangan yang mendukung pertumbuhannya. Pajak atas kapal komersial yang memasuki perairannya telah memberikan pendapatan yang signifikan bagi Kerajaan Arab Saudi.

Sriwijaya mempunyai kekuatan militer yang cukup besar, terutama dalam bentuk angkatan laut yang terlatih. Kapal angkatan laut ini membantu menjaga perairan kerajaan tetap aman dari serangan bajak laut dan bajak laut. Pasukan Sriwijaya juga dikenal sebagai pasukan angkatan laut yang handal, memiliki persenjataan seperti rantai dan taktik pertempuran yang efektif dalam peperangan laut. Mereka melakukan inspeksi dan memungut pajak dari kapal-kapal yang memasuki wilayah Sriwijaya sehingga aman dari penggerebekan dan ancaman.

Prof. Dr. Dra. Endang Susilowati, M.a., Guru Besar Fib Undip: Membangun Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia Menuju Indonesia Maju

Kekuatan militer Sriwijaya meliputi berbagai pos militer, seperti Parvanda, Nisamvardiko, Sinupati dan Pratisara. Kerajaan ini juga menggunakan pelaut di pantai timur Sumatera sebagai bagian dari kekuatan angkatan lautnya, dan mereka dianggap sebagai kekuatan yang kuat. Meski mempunyai kekuatan militer yang besar, Kerajaan Sriwijaya masih menghadapi ancaman dari para pemberontak dan kerjasamanya dengan para bandit, terutama di daerah dataran rendah yang jauh dari pusat kerajaan di Palembang.

Selain kekuatan militer, Kerajaan Sriwijaya menggunakan diplomasi untuk menjaga keamanan. Mereka menjalin hubungan diplomatik dengan negara-negara besar seperti Cina dan India. Awalnya Sriwijaya mengirimkan upeti ke Tiongkok, namun terhenti ketika sudah menjadi kerajaan besar. Dengan India, Sriwijaya tetap menjaga hubungan baik meski sedang berperang dengan kerajaan Chola. Hubungan ini didasarkan pada kesamaan dalam agama Buddha. Meskipun Kerajaan Chola berhasil menaklukkan Sriwijaya, hubungan politik dengan Tiongkok dan India tetap terjalin.

Lihat Juga:  Berita Teknologi September 2023

Namun serangan kerajaan Chola dan faktor internal melemahkan Sriwijaya. Banyak penguasa yang dikalahkan dan beberapa kerajaan di Jawa menyerang situs Sriwijaya. Meski hubungan diplomatik dengan Tiongkok dan India telah pulih, kekuatan internal Sriwijaya mulai melemah, yang akhirnya berujung pada kemunduran kekuasaannya.

Mengapa Sriwijaya Menjadi Kerajaan Maritim Yang Kuat Di Asia Tenggara

Terdapat monumen yang dianggap sebagai bukti nyata kemegahan Kerajaan Sriwijaya. Benda-benda seperti candi dan prasasti tersebut merupakan artefak penting dalam memahami sejarah Kerajaan Sriwijaya. Berikut peninggalan candi dan prasasti peninggalan Kerajaan Majapahit:

Apakah Corak Agama Kerajaan Sriwijaya?2. Kapankah Kerajaan Sriwijaya Mencapai Zaman Keemasan?3. Apakah

1. Candi Muara Takos : Candi ini terletak di dekat Sungai Kampar, Riau, Sumatera. Candi Muara Takus merupakan salah satu bangunan candi tertua di Indonesia dan merupakan warisan budaya penting Kerajaan Sriwijaya. Kuil ini menampilkan arsitektur khas Buddha, dan penggalian arkeologi di situs tersebut telah menemukan artefak yang memberikan wawasan tentang budaya dan agama Kerajaan Sriwijaya.

2. Candi Pahal: Terletak di Muaro Jambi di Sumatera, Candi Pahal adalah candi Budha yang besar. Ini adalah salah satu candi Budha terbesar di Sumatera. Candi Bahal memiliki arsitektur yang mengesankan dan dianggap sebagai situs bersejarah yang penting.

3. Prasasti Kedukan Bukit : Prasasti ini ditemukan di Kedukan Bukit, dekat Palembang, Sumatera Selatan. Prasasti ini diketahui merupakan prasasti tertua yang mencantumkan nama “Sriwijaya”. Isi prasasti ini mencatat pengangkatan panglima yang memerintah Sriwijaya pada abad ke-7. Prasasti Kedukkan Phuket merupakan bukti tertulis tertua tentang keberadaan Kerajaan Sriwijaya.

4. Prasasti Talang Tuo : Prasasti ini ditemukan di Talang Tuo, dekat Palembang, Sumatera Selatan. Teks ini juga menjadi bukti penting sejarah Kerajaan Sriwijaya. Isi teks ini mencatat sejumlah pemberian dan hibah tanah kepada biksu Buddha. Teks ini memberikan wawasan tentang perlindungan kerajaan terhadap agama Buddha.

Kerajaan Maritim Indonesia Pada Masa Hindu Buddha

5. Prasasti Karang Perahi : Prasasti ini ditemukan di Karang Perahi, Sumatera Selatan, berisi informasi tentang berdirinya candi Budha di bawah perlindungan Kerajaan Sriwijaya. Prasasti ini mencatat berbagai hibah yang diberikan kepada candi. Kerajaan Sriwijaya didirikan oleh Dapunta Hiang Sri Jayanasa pada abad ke-7 Masehi. Terletak di Tepi Sungai Musi, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sriwijaya – Jalan Budha disebut juga Kerajaan Laut.

Lihat Juga:  Tahapan Pemilu Presiden 2024

Kerajaan Sriwijaya mencapai puncak kejayaannya pada abad ke-9 dan ke-10 Masehi dengan memanfaatkan kekuatan laut. Kemudian mengalami kemunduran hingga runtuh pada abad ke-12, sebagian disebabkan oleh perang.

Sriwijaya menjadi pusat penyebaran agama Buddha dan menguasai Selat Malaka yang menjadi jalur kehidupan perdagangan di Asia Tenggara saat itu.

Mengapa Sriwijaya Menjadi Kerajaan Maritim Yang Kuat Di Asia Tenggara

Nama Sriwijaya diketahui berasal dari bahasa Sansekerta. Shri berarti “cahaya” atau “kemuliaan”, dan Vijaya berarti “kemenangan” atau “kemuliaan”. Jadi Sriwijaya berarti “kemenangan gemilang”.

Sejarah Maritim Indonesia

Secara historis, Sriwijaya memiliki banyak pelabuhan yang saling terhubung melalui Selat Malaka. Kerajaan yang terletak di tepian Sungai Musi ini juga memiliki kapal dan angkatan laut yang kuat.

Salah satu alasan mengapa Sriwijaya disebut Kerajaan Maritim adalah pengaruh wilayah dekat Selat Malaka yang merupakan jalur perdagangan strategis di Asia Tenggara dan jalur perdagangan antara Tiongkok, India, dan negara lain.

Gelar tersebut tentu tidak meninggalkan sejarah. Sriwijaya disebut Kerajaan Laut karena jatuhnya Kerajaan Funan di Vietnam akibat invasi Kamboja.

Oleh karena itu, Kerajaan Sriwijaya berpeluang mengembangkan negara maritim. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa berdirinya Sriwijaya ada kaitannya dengan sejarah kerajaan-kerajaan lain.

Solution: Kerajaan Sriwijaya Info Grafis Png

Dapatkan berita terupdate dan terkini dari Okezone dengan satu akun di ORION, daftar sekarang dengan klik di sini dan nantikan kejutan menarik lainnya.

Negara paling kuat di asia tenggara, mengapa sriwijaya disebut sebagai kerajaan maritim, bendera di asia tenggara, mengapa sriwijaya disebut kerajaan maritim, kerajaan di asia tenggara, wisata di asia tenggara, kerajaan di nusa tenggara, mengapa kerajaan sriwijaya dapat berkembang menjadi negara maritim yang maju, negara di asia tenggara yang berbentuk kerajaan, kota di asia tenggara, sriwijaya merupakan kerajaan maritim hal tersebut terbukti dari, berkembangnya kerajaan sriwijaya sebagai kerajaan maritim disebabkan

Pencarian Terkait

Penulis: 
author